Kekayaan Tak Terbatas (Unlimited Richness)
(Dr Samuel .E.W.Papilaya, SH,MA)
Berbicara tentang "kekayaan tak terbatas" maka jawaban yang benar dan tepat adalah dalam Alkitab. Didalam Alkitab Perjanjian Lama terdapat 101 ayat dan didalam Perjanjian Baru terdapat 26 ayat, tentang kata "kekayaan" itu. Didalam Alkitab dapat ditemukan cara dan alasan mengapa orang bisa menikmati kekayaan materiil dan spiritual didunia kita yang berlimpah ini.
TUHAN INGIN ANDA KAYA.
Banyak orang mencari kekayaan yang ia harapkan dapat membawa kebahagiaan dan menyelesaikan banyak persoalan. Namun pada kenyataannya banyak orang kaya bahkan sangat kaya, yang sama sekali tidak bahagia. Kekayaan tidak menjadi jawaban atas masalahnya dan tidak juga membawa kebahagiaan yang diidamkannya. Tuhan sungguh menginginkan kita menjadi kaya dalam segala hal, kesehatan, kasih sayang, kedamaian batin, buah-buah Roh, serta kekayaan materiil.
Kita perlu bertanya, apakah kekayaan kita berguna bagi DIA dan kerajaan-Nya, apakah kekayaan kita menjadi berkat bagi sesama, apakah kekayaan kita membangun dan bukan menghancurkan karakter kita, dan apakah kekayaan kita akan membawa efek positif bsgi orsng lain dan anak cucu kita.
Bagi sebagian orang meyakini bahwa hidup mereka sudah ditentukan oleh Tuhan. Seseorang tidak boleh melakukan upaya untuk mengubah nasib, dan berpasrah bahwa nasib itu memang sudah digariskan sejak awal. Filsuf Yunani, Aristoteles, adalah salah satu orang pertama yang menolak keyakinan itu. Aristoteles yakin bahwa terdapat tatanan tertentu bagi semuanya dan digunakan orang untuk mengendalikan kehidupan mereka. Pandangan Aristoteles ini meyakini rencana Tuhan tentang kekayaan dan kemulian ciptaan-Nya untuk kehidupan manusia.
Nasehat Amsal, "Hai pemalas, pergilah kepada semut, perhatikan lakunya dan jadilah bijak; biarpun tidak ada pemimpinnya, pengaturnya atau penguasanya, ia menyediakan rotinya dimusim panas, dan mengumpulkan makanannya pada waktu panen?. (Amsal 6 : 6,7,8)
Tuhan menginginkan manusia bekerja sama untuk membangun dan mengembangkan potensi, juga pro-aktip untuk mencapai tingkat kehidupan yang sejahtera.
Sukses seseorang bukan hanya pada berapa banyak uang yang dimilikinya, tetapi tergantung juga pada karakter dan mental sebagai pemenang. Sikap dan bermental sebagai pemenang inilah yang menjadikan mereka semakin kaya raya dan sejahtera dari hasil mengelola bisnis. Untuk memiliki mental pribadi yang ulet dan tekun sebagai kunci sukses berbisnis adalah melatih diri untuk bersikap "pantang menyerah" dan "tidak takut gagal".
Untuk berhasil memulai usaha adalah harus ada tindakan nyata yang berkesenambungan (sustainable action ). Apa yang kita bicarakan ini gandrung menyorot menuju kakayaan tak terbatas dalam perspektif mencapai kekayaan tak terbatas aspek material.
Seberapa cepat anda bisa menjadi kaya? Anda hanya perlu fokus untuk melayani semakin banyak orang, sampai anda mendapatkan banyak dan banyak Pelanggan potensial, mengembangkan hukum Saling memberi dan pada gagasan bahwa bermurah hati adalah cara terbaik untuk menjadi sangat kaya. Juga bermurah hati dengan uangnya, dan dalam jalur pemahaman itu, anda benar-benar percaya pada kekuatan persepuluhan. Sudahkah anda dengan murah hati memberi kepada gereja, badan-badan Amal dan sekolah-sekolah. Seseorang memberi uang karena dia menginginkan banyak uang. Dari apa yang diuraikan dimuka akan menjadi sia-sia apabila tidak ada penyertaan Tuhan.
Peringatkanlah kepada mereka agar mereka itu berbuat baik, menjadi kaya dalam kebajikan, suka memberi dan membagi dan dengan demikian suatu harta sebagai dasar yang baik bagi dirinya diwaktu yang akan datang untuk mencapai hidup yang sebenarnya.
"Sebab kekayaan dan kemuliaan berasal dari pada-Mu dan Engkaulah yang berkuasa atas segala-galanya; dalam tangan-Mu kekuatan dan kejayaan; dalam tangan-Mu lah kuasa membesarkan mengokohkan segala-galanya". (I Tawarich 29:12).
Allah telah menetapkan untuk memberkati Anda, mata-Nya terfokus pada Anda untuk memberkati Anda. Anda diberkati saat Anda lahir,saat kita hidup di dunia ini, Ia memberkati Anda dengan segala yang Ia miliki.